Mengenal Nematoda dan Dampaknya pada Akar Tanaman - Tanaman yang tumbuh sehat membutuhkan akar yang kuat, kokoh, dan mampu menyerap nutrisi dengan optimal. Namun, salah satu ancaman terbesar bagi sistem perakaran adalah serangan nematoda, organisme mikroskopis yang hidup di dalam tanah.
Jika tidak dikendalikan, nematoda parasit dapat menyebabkan kerusakan serius pada akar tanaman hortikultura, tanaman pangan, hingga tanaman perkebunan. Dampaknya tidak hanya memperlambat pertumbuhan, tetapi juga menurunkan produktivitas secara signifikan.
1. Apa Itu Nematoda?
Nematoda adalah organisme berbentuk cacing kecil yang hidup di tanah, air, dan jaringan tanaman. Tidak semua nematoda bersifat merugikan; beberapa justru bermanfaat sebagai pengurai atau predator hama.
Namun, dalam dunia pertanian, yang paling diperhatikan adalah nematoda parasit tanaman (plant parasitic nematodes).
Ciri-ciri Nematoda Parasit:
- Tubuh silindris, panjang 0,2–2 mm.
- Memiliki stylet, organ seperti jarum untuk menusuk akar.
- Hidup di dalam atau di sekitar akar tanaman.
- Menyebabkan luka, pembengkakan, dan gangguan penyerapan nutrisi.
2. Jenis-Jenis Nematoda yang Menyerang Akar
Beberapa spesies nematoda paling merusak sistem perakaran tanaman meliputi:
a. Nematoda Akar Bengkak (Root-Knot Nematodes)
Penyebab: Meloidogyne spp.
Tanaman terserang: cabai, tomat, mentimun, terong, jagung, padi, sayuran daun.
Gejala:
- Akar membentuk bintil atau bengkak (root galls).
- Tanaman kerdil, daun menguning, pertumbuhan terhambat.
- Buah lebih sedikit dan berukuran kecil.
b. Nematoda Sista (Cyst Nematodes)
Penyebab: Heterodera spp. dan Globodera spp.
Tanaman terserang: kedelai, kentang, gandum, jagung.
Gejala:
- Pembentukan sista berwarna putih hingga cokelat pada akar.
- Penurunan hasil panen hingga 50%.
- Tanaman mudah layu dan sulit menyerap unsur hara.
c. Nematoda Lesi Akar (Lesion Nematodes)
Penyebab: Pratylenchus spp.
Tanaman terserang: pisang, kopi, wortel, padi, sayuran daun.
Gejala:
- Lesi hitam atau cokelat pada akar.
- Akar mudah busuk dan rapuh.
- Tanaman tumbuh tidak normal, produksi turun drastis.
3. Dampak Nematoda pada Sistem Perakaran
Serangan nematoda dapat memberikan dampak besar bagi tanaman, antara lain:
a. Kerusakan Jaringan Akar
Stylet nematoda merobek jaringan akar sehingga mengganggu fungsi penyerapan nutrisi dan air.
b. Penurunan Penyerapan Nutrisi
Akar rusak tidak mampu menyerap nitrogen, fosfor, dan kalium secara optimal.
c. Tanaman Rentan terhadap Penyakit Lain
Akar yang terluka menjadi pintu masuk jamur dan bakteri seperti Fusarium, Rhizoctonia, dan Ralstonia.
d. Penurunan Pertumbuhan dan Hasil Panen
Serangan berat dapat menurunkan hasil panen 30–70%.
4. Cara Mengenali Tanaman Terserang Nematoda
Tanda-tanda di atas tanah:
- Daun menguning (klorosis).
- Pertumbuhan kerdil.
- Tanaman mudah layu meski tanah lembap.
- Produksi buah atau umbi menurun.
Tanda-tanda pada akar:
- Ada bengkak atau bintil pada akar.
- Lesi berwarna gelap.
- Akar pendek, bercabang sedikit, atau busuk.
- Adanya sista kecil seperti butiran.
5. Cara Mengendalikan Nematoda Secara Alami dan Berkelanjutan
a. Rotasi Tanaman (Crop Rotation)
Tanam komoditas non-inang untuk memutus siklus hidup nematoda, misalnya:
Nematoda akar bengkak: rotasi dengan jagung, sorgum, atau tanaman serealia.
b. Aplikasi Bahan Organik
Pupuk organik seperti kompos dan bokashi meningkatkan mikroba tanah yang menekan nematoda.
c. Penggunaan Tanaman Repellent
Tanaman yang bersifat mengusir nematoda:
- Bunga marigold (Tagetes)
- Kenikir
- Daun pepaya fermentasi
d. Bio-Nematisida
Agen hayati yang sangat efektif:
- Paecilomyces lilacinus
- Trichoderma harzianum
- Pseudomonas fluorescens
e. Solarization (Sterilisasi Tanah dengan Matahari)
Menutupi tanah dengan plastik bening selama 4–6 minggu untuk membunuh nematoda melalui panas.
f. Pemilihan Varietas Tahan Nematoda
Beberapa varietas hortikultura modern telah memiliki sifat toleran terhadap serangan nematoda.
6. Pencegahan Jangka Panjang
- Gunakan bibit bersertifikat bebas nematoda.
- Menjaga kebersihan peralatan pertanian.
- Menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT).
- Meningkatkan kesehatan tanah melalui input organik.
- Monitoring rutin menggunakan sensor tanah atau analisis laboratorium.
Kesimpulan
Nematoda adalah organisme mikroskopis yang dapat memberikan dampak besar pada kesehatan akar dan produktivitas tanaman. Dengan memahami jenis nematoda, gejala serangan, serta metode pengendalian organik dan berkelanjutan, petani dapat menjaga tanaman tetap sehat dan lahan tetap produktif dalam jangka panjang.
Pendekatan modern seperti bio-nematisida, rotasi tanaman, dan solarization terbukti efektif mencegah kerusakan akar serta meningkatkan hasil panen.
Komentar
Posting Komentar