Untuk menghasilkan pertanian yang ideal dari yang telah saya postingkan dengan judul Swasembada ~ Usaha tani Untuk hasil Pertanian yang ideal ~ Proyek Watershed Dari banyaknya penelitian yang dilakukan sebelum tahun 1972 dapat disimpulkan sebagai berikut :
1
|
Beberapa penelitian tidak memberikan
pengaruh yang mendasar terhadap perekonomian meskipun perhatian dan usaha
pemerintah sangat besar terhadap penelitian tersebut.
|
2
|
Tidak ada koordinasi, artinya terlalu banyak
pusat-pusat penelitian, sehingga dana yang mengalir tidak utuh termasuk
sumber-sumber penghasilannya, sumber daya manusianya dan dana penelitian
dialihkan ke arah kegiatan yang tidak mengacu pada penelitian dan tujuan
penelitian hanya disesuaikan keinginan peneliti.
|
ANALISIS PEMBAHASAN
|
|
Teknologi
|
|
Salah satu program penelitian yang sedang
berlangsung dan yang memberikan aliran teknologi baru dan alternatif terhadap
para pembuat kebijakan, perencanaan, agen-agen ekstensi dan para petani
adalah sangat penting bagi keberhasilan usaha pemerintah untuk mempromosikan
konservasi tanah dan pengembangan sumber daya wilayah perbukitan.
|
|
Dewasa ini, berbagai lembaga
pemerintahan, termasuk universitas dan swasta, seperti
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian,Lembaga Penelitian dan Pengembangan
Kehutanan, Badan Pertanahan dan Isntitusi Pertanian Bogor, sedang melaksanakan
penelitian tentang teknologi konservasi tanah dan kelembaban. Misalnya studi
penelitian sistem pertanian di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan berbagai
percobaan erosi di propinsi- propinsi.
|
|
Akuntabilitas
Meskipun sistem perencanaan, penganggaran dan
pendanaan sering tidak jelas, namun pemerintah memperlihatkan perhatian yang
nyata terhadap konservasi serta target fisik tahunan dipenuhi atau dilampui.
Pedoman bagi evaluasi Bupati, misalnya meliputi keefektifannya di dalam
mengelola implementasi penghijauan di kabupatennya.
|
|
Masalah-masalah akuntabilitas dipadukan dengan
tujuan dan target penghijauan dan reboisasi. Selain itu, tujuan umum di dalam
meneliti program penghijauan dan reboisasi pemerintah, memiliki sasaran utama
di dalam mengatasi lahan kritis. Namun demikian, karena tidak ada definisi
tunggal yang benar-benar valid atas lahan kritis, maka rasanya tidak mungkin
untuk mengukur proses kemajuan sehingga tidak ada lembaga ataupun individu
yang dapat dituntut tanggungjawab atas hasil yang dicapai.
|
|
Manajemen
|
|
Pemerintah lokal , dengan bantuan teknis dan
keuangan dari pemerintah sentral, sangat berperan didalam mengimplementasikan
program penghijauan dan reboisasi.
|
|
Pada umumnya, manajemen Derah Aliran Sungai
ditangani oleh pemerintah lokal dan propinsi (baik oleh Bappeda Tk. I dan
II), ataupun sub dari Departemen Kehutanan.
Berbagai rencana teknis yang disusun oleh
personil kehutanan kini sedang dalam proses perumusan anggarn dan dalam
mencapai persetujuan, tinjauan bersama dan rekonsiliasi untuk mencegah
tumpang tingih dan sekaligus untuk menjamin implementasi yang baik.
Prinsipnya, sistem ini harus mampu menentukan kebutuhan
dan pilihan utama setempat dan penilaian para ahli yang terlatih secara
teknis.
Pada tingkat pusat, kapasitas untuk memonitor
dan meneliti secara kontinue proses kemajuan
dan masalah penghijauan telah dikembangkan.
Kapasistas tersebut adalah untuk memonitor pengeluran dan target serta studi
penelitian khusus dilaksanakan setiap saat untuk meneliti program.
|
|
Namun data tidak dapat dikumpulkan secara teratur
dalam bentuk yang mampu mengidentifikasi tindakan-tindakan yang perlu
dilakukan para pembuat kebijakan, dalam masa pengaturan setiap harinya, sekarang
ini belum ada basis data yang dapat mendukung pembuat keputusan dengan
gambaran lengkap mengenai proses kemajuan fisik dan finansial dalam impelmentasi
dan yang menggambarkan masalah serta keberhasilan utama yang dialami di
tingkat kabupaten yang berbeda.
|
|
Dukungan Lembaga Internasional
Komponen ini ditujukan secara langsung terhadap
kelemahan teknis dan kelembagaan dalam bidang penghijauan dan reboisasi yang
telah dibahas di atas. Komponen ini terdiri dari tiga sub komponen, yakni
Pengembagan Sistem Informasi, Pengembagan Teknologi dan Pengembagan Pelatihan
serta Penyuluhan.
|
|
Sub Komponen pengembagan sistem informasi meliputi |
|
1
|
Dukungan data sumber daya guna mendukung
perencaaan strategis, persiapan proyek dan operasi manajemen setiap hari.
|
2
|
Melaporkan data memonitor inforasi guna
mengevaluasi proses kemajuan dan keefektipan aktivitas manajemen dan untuk
pengendalian program yang telah direncanakan.
|
Sub komponen pengembangan teknologi bertujuan |
|
1
|
Melembagakan dukungan bagi program serba guna dan
desentralisasi dari penelitian
|
2
|
Memadukan hasil-hasil temuan baru dari program
Penghijauan dan Reboisasi ke lapangan
|
3
|
Memfokuskan penelitian atas masalah-masalah
impelemtnasi yang diidentifikasikan melalui penelitian agar kontiniu dan
terus berlangsung.
|
Komentar
Posting Komentar